Posts Tagged ‘Renungan’

Merencanakan Kematian Yang Baik

Oleh: Izuthea Petarung Sejati

Kita semua tahu (atau minimal pura-pura tahu) bahwa sebenarnya ajal itu tak ada yang tahu, kapan dan di mana gerangan ia akan datang. Namun setidaknya, ada yang masih bisa kita lakukan untuk membuatnya datang pada tempat dan waktu yang benar.

Hmmm…kelihatannya kontra dengan pemahaman takdir, tapi menurut justeru tidak, bahkan sangat sejalan dengan makna takdir.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Kisah Pemerkosa Bermotor dan Polisi “Siput” Batam

Sekali lagi POSMETRO Batam tidak mengada-ada! Ketika pertama kali POSMETRO menggunakan frasa “Pemerkosa Bermotor (Mio Merah)” di penerbitan edisi 16 April 2009 yang merujuk pada kasus perkosaan Y, seorang bocah 10 tahun warga Perumahan Legenda Malaka, publik Batam masih menganggap itu peristiwa perkosaan biasa. Sepekan setelah Y diperkosa dan polisi tidak melakukan apa-apa – bahkan datang ke tempat perkosaan empat hari setelah peristiwa – POSMETRO justru dianggap mengada-ada. Koran merah yang doyan bersensasi ria, membungakatakan peristiwa-peristiwa perkosaan menjadi sensasi.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Dialog Pekerja dan Malaikat

Oleh Izulthea Petarung Sejati

Pekerja : Mbak Mau Kas Bon, Bisa?
Keuangan : Terus?

Pekerja diam. Kok dijawab dengan kalimat “terus”?.

Pekerja : Maksud saya, mau pinjem Uang Kas Bon…
Keuangan : Untuk apa? [suara meninggi]

Pekerja : Ya biasalah… [Pekerja keberatan merinci]
Keuangan : Iya. Tapi Langsung potong akhir bulan ya.

Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Antara Miyabi dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh


Oleh Izulthea Petarung Sejati
Dua-duanya perempuan.
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.

Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Namamu Ahmad Izzuddin Al-Qossam

Ayah membayangkan, kau anakku, adalah petarung sejati yang benar-benar dinantikan oleh manusia.
Ayah membayangkan, kamulah nanti yang akan memimpin pasukan berbaju hitam dari timur, yang kedatangannya dinantikan sepanjang masa.
Kalaupun bukan, jadilah pengikut pasukan berbaju hitam itu.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article: