Posts Tagged ‘Masyarakat’

Ironi Pengemis dan Takdir

“… Selamat pagi takdir..apa yang kau siapkan untukku hari ini? kegagalan? keceriaan? kebencian? atau apa nih? Tolong ya, jangan permainkan aku lagi, sebab aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menuntutmu, takdir.Bagaimana kalau aku berdoa, supaya kau-takdir-segera menemui ajalmu saja, dan doa itu dikabulkan?….”

Oleh Izulthea Petarung Sejati
Read the rest of this entry »

Yang Penting Beres, Berapa pun Jadilah

Sopir taksi itu kencang nyerocos soal ketidaksukaannya tentang bule ketika mengetahui saya berasal dari Batam. Sama kencangnya saat ia menyetir membawa kami sekeluarga menuju Hotel YMCA untuk bertemu dengan Aaron, sahabat kami yang seorang bule buta asal Inggris. Sabtu malam pekan lalu yang gerah, tiba-tiba saya begitu mencintai Indonesia. Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Kisah Ah-hun dan UMK Batam

Itulah kenapa – dalam Islam – kita diajarkan untuk menyisipkan doa mulia bagi pemimpin-pemimpin kita! Bagi pejabat-pejabat kita! Bagi penguasa negeri ini! Itu karena di tangan mereka, nasib kita, nasib keluarga kita, nasib anakcucu kita dipertaruhkan. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah penguasa kita layak menerima doa mulia kita jika upah minimum yang mereka tetapkan tak masuk akal untuk menutup biaya hidup kebanyakan warganya?
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Toilet, We Se, Kakus

Jika ingin menyelami sifat, kebiasaan, serta kebusukan rekan atau kenalan Anda, bertandanglah ke rumah mereka dan longoklah toiletnya! Perhatikan apakah bulu sikat gigi si pemilik rumah sudah aus banget tapi tak diganti-ganti; atau tempat sabun yang belepotan busa. Mungkin juga dinding kamar mandi rekan Anda sudah menghijau oleh lumut tak terjamah.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Telepon Umum

Pria India itu terlihat asyik berbicara di satu dari enam deret telepon umum yang terpasang di depan dinding mall The Verge. Salah satu mal di kawasan Little India. Terlihat asyik sekali ia berbicara dengan bahasa Tamil. Konsentrasi saya ketika berburu foto pada akhir Maret lalu sedikit tergoda dengan cerocosan bahasa Tamil itu: Bahasa yang unik, dengan penuturnya yang harus berbicara cepat seolah tanpa jeda. Nyerocos kencang seperti laju mobil Formula 1.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article: