Posts Tagged ‘Batam’
Kisah Pemerkosa Bermotor dan Polisi “Siput” Batam
Sekali lagi POSMETRO Batam tidak mengada-ada! Ketika pertama kali POSMETRO menggunakan frasa “Pemerkosa Bermotor (Mio Merah)” di penerbitan edisi 16 April 2009 yang merujuk pada kasus perkosaan Y, seorang bocah 10 tahun warga Perumahan Legenda Malaka, publik Batam masih menganggap itu peristiwa perkosaan biasa. Sepekan setelah Y diperkosa dan polisi tidak melakukan apa-apa – bahkan datang ke tempat perkosaan empat hari setelah peristiwa – POSMETRO justru dianggap mengada-ada. Koran merah yang doyan bersensasi ria, membungakatakan peristiwa-peristiwa perkosaan menjadi sensasi.
Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Yang Penting Beres, Berapa pun Jadilah
Sopir taksi itu kencang nyerocos soal ketidaksukaannya tentang bule ketika mengetahui saya berasal dari Batam. Sama kencangnya saat ia menyetir membawa kami sekeluarga menuju Hotel YMCA untuk bertemu dengan Aaron, sahabat kami yang seorang bule buta asal Inggris. Sabtu malam pekan lalu yang gerah, tiba-tiba saya begitu mencintai Indonesia. Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Kisah Ah-hun dan UMK Batam
Itulah kenapa – dalam Islam – kita diajarkan untuk menyisipkan doa mulia bagi pemimpin-pemimpin kita! Bagi pejabat-pejabat kita! Bagi penguasa negeri ini! Itu karena di tangan mereka, nasib kita, nasib keluarga kita, nasib anakcucu kita dipertaruhkan. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah penguasa kita layak menerima doa mulia kita jika upah minimum yang mereka tetapkan tak masuk akal untuk menutup biaya hidup kebanyakan warganya?
Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Tiga Dolar Empatpuluh Sen
Dengan ramah, sopir taksi pria paruh baya itu menerima pecahan sepuluh dolar dari saya. Dengan gerakan cekatan yang terukur, dia kemudian membuka kotak uang yang ditaruh di sampingnya. Mengambil selembar uang pecahan dua dolar, sebiji logam satu dolar, dan dua logam pecahan duapuluh sen. Ada suara gemerincing gurih ketika dia mengambil dan memilah-milah uang kembalian total tiga dolar empatpuluh sen yang kemudian diberikan pada saya.
Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Kemping dan Sepakbola
Satu pertanyaan bos saya yang sepekan terakhir ini menggelitik saya untuk mencari jawabannya. Kenapa pemain-pemain sepakbola tim nasional Singapura didominasi orang Melayu? Mungkin karena bos saya yang Melayu itu penggemar berat sepakbola, dan saya juga penanggungjawab halaman olahraga di POSMETRO. Tapi, pertanyaan itu sungguh sulit saya jawab. Setidaknya butuh riset kecil-kecilan untuk mengetahui kenapa orang Melayu Singapura gemar sepakbola? Kenapa orang Tionghoa lebih mentereng prestasinya di badminton atau tenis meja? Kenapa…, kenapa…, kenapa…, jawabannya tentu tidak bisa sangat sederhana. Read the rest of this entry »
Senapan Serbu
Dengan senapan serbu yang menggantung di tubuhnya, polisi muda itu tampak gagah sekali. Ditunjang tubuh yang atletis tanpa “penyakit” timbunan lemak yang biasa diderita polisi-polisi senior, si polisi muda bersenapan serbu kerap berlalu-lalang di Megamall. Kadang berjaga di pintu masuk mal yang dihubungkan dengan jembatan pelabuhan. Tak jarang si polisi gagah bersandar di pagar lantai dua sambil menghujani lantai bawahnya dengan pandangan menyelidik. Sering pula si polisi terlibat obrolan, kelakar canda tawa dengan pemilik kios yang banyak bertebaran di Megamall. Tentu saja dengan senapa serbu yang masih menggantung di tubuh. Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Blok Kiri, STOP
Lama tak lewat Simpang Kabil, motor saya dihentikan oleh plang seadanya yang tercantol di tiang traffic light. Di plang putih itu tertulis dengan cat hitam berupa kutipan Undang-undang No 22 Tahun 2009 soal larangan belok kiri langsung. Ya, ketika itu saya yang dari arah Bandara hendak membelok ke arah Mukakuning. Dan saya terpaksa harus memberi bonus paru-paru saya yang terpaksa “menghirup” bermiligram karbon monoksida ketika harus berhenti di belakang puluhan motor yang tak lagi bisa bebas membelok ke arah kiri.
Read the rest of this entry »