<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>posmetrobatam.com</title>
	<atom:link href="http://blog.posmetrobatam.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.posmetrobatam.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 May 2010 04:27:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Merencanakan Kematian Yang Baik</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 04:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Izulthea]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izuthea Petarung Sejati
Kita semua tahu (atau minimal pura-pura tahu) bahwa sebenarnya ajal  itu tak ada yang tahu, kapan dan di mana gerangan ia akan datang. Namun setidaknya, ada yang masih bisa kita lakukan untuk membuatnya datang pada tempat dan waktu yang benar.
Hmmm&#8230;kelihatannya kontra dengan pemahaman takdir, tapi menurut justeru tidak,  bahkan sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <a href="http://izulthea.com">Izuthea Petarung Sejati</a></p>
<p>Kita semua tahu (atau minimal pura-pura tahu) bahwa sebenarnya ajal  itu tak ada yang tahu, kapan dan di mana gerangan ia akan datang. Namun setidaknya, ada yang masih bisa kita lakukan untuk membuatnya datang pada tempat dan waktu yang benar.</p>
<p>Hmmm&#8230;kelihatannya kontra dengan pemahaman takdir, tapi menurut justeru tidak,  bahkan sangat sejalan dengan makna takdir.<br />
<span id="more-76"></span><br />
Dalam pemahaman Islam Sunni Ahlusunnah wal Jamaah, bahwa sebenarnya takdir itu adalah sesuatu yang logis dan terukur, sesuai mashdar-nya. Kata takdir berasal dari bahasa arab yaitu kata qaddara, yg bearti mengukur, memberi kadar, atau ukuran. jika ada orang yang mengatakan : &#8221; Allah telah mentakdirkannya&#8221;, hal itu berarti Allah telah memberikan kadar, ukuran, batas-batas tertentu dalam diri, sifat-sifat ataupun kemampuan maksimal makhluknya.</p>
<p>Dan bahwa kematian pun adalah takdir juga, sebab ia telah ditentukan. Namun demikian, takdir bukanlah sesuatu yang<em> saklek</em> ukurannya, ia tetap saja fleksibel, bisa berubah sebelum ketentuan terakhirnya datang. Usaha untuk merubah takdir disebut ikhtiar.</p>
<p>Konsep Husnul Khotimah (akhir hayat yang baik), bagi saya juga sesuatu yang terukur. Dan masih menurut saya, bahwa Husnul Khotimah bisa kita dapatkan dengan sadar.</p>
<p>Misalnya, tidak mendekati area-area yang jelas nilai kemaksiatannya atau yang remang-remang sekalipun. Sebab, siapa tahu, ketika menginjakkan kaki di area tersebut, malaikat maut sudah siap menunggu, lalu kita hilang nyawa ditempat itu. Dan buruklah akhir hayat kita.</p>
<p><strong>Sebuah Nasihat: Berhati-hatilah</strong><br />
Kehati-hatian, dalam bahasa agama dikenal dengan istilah Wara`. Hati-hati untuk tidak coba-coba, atau sengaja mencoba <em>hotspot </em>kemaksiatan. Baik maksiat yang jelas kemaksiatannya, atau yang remang-remang.</p>
<p>Aktifitas yang selalu terjaga, akan menyebabkan kita bisa mendapatkan akhir kematian yang baik. Bangun tidur, Sholat, tadarus, sarapan, berangkat kerja (lalu selalu berusaha menghindari kemaksiatan selama bekerja), pulang kerumah, sholat, sampai tidur kembali&#8230;.selalu menjaga diri dari  maksiat, tentu bisa mnyebabkan kita bisa mendapatkan Husnul Khotimah.</p>
<p>Yang menggembirakan, bahwa Husnul Khotimah, bisa dicapai oleh siapapun, selama dia mukmin, dan menjaga dirinya dari area-kemaksiatan.</p>
<p><strong>Wallahu A`lam</strong></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/" title="Kematian yang baik">Kematian yang baik</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/" title="kematian yg baik">kematian yg baik</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/" title="arti takdir kematian">arti takdir kematian</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/" title="merencanakan kematian">merencanakan kematian</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.401 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/merencanakan-kematian-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pemerkosa Bermotor dan Polisi &#8220;Siput&#8221; Batam</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 06:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Soultan]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi POSMETRO Batam tidak mengada-ada! Ketika pertama kali POSMETRO menggunakan frasa &#8220;Pemerkosa Bermotor (Mio Merah)&#8221; di penerbitan edisi 16 April 2009 yang merujuk pada kasus perkosaan Y, seorang bocah 10 tahun warga Perumahan Legenda Malaka, publik Batam masih menganggap itu peristiwa perkosaan biasa. Sepekan setelah Y diperkosa dan polisi tidak melakukan apa-apa &#8211; bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi POSMETRO Batam tidak mengada-ada! Ketika pertama kali POSMETRO menggunakan frasa &#8220;Pemerkosa Bermotor (Mio Merah)&#8221; di penerbitan edisi 16 April 2009 yang merujuk pada kasus perkosaan Y, seorang bocah 10 tahun warga Perumahan Legenda Malaka, publik Batam masih menganggap itu peristiwa perkosaan biasa. Sepekan setelah Y diperkosa dan polisi tidak melakukan apa-apa &#8211; bahkan datang ke tempat perkosaan empat hari setelah peristiwa &#8211; POSMETRO justru dianggap mengada-ada. Koran merah yang doyan bersensasi ria, membungakatakan peristiwa-peristiwa perkosaan menjadi sensasi.<br />
<span id="more-73"></span><br />
Tapi kami menulis sesuai fakta. Ketika tiga bulan berikutnya, 31 Agustus 2009, seorang bocah berinsial RPK kembali menjadi korban &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221;, polisi Batam masih leha-leha. Sejumlah kilah mereka katakan bahwa itu hanya perkosaan biasa. Bahkan ketika POSMETRO menunjukkan sejumlah modus dan motif yang sama antara kasus perkosaan yang menimpa Y dan RPK, polisi masih tidak percaya. Si &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221; pun kian menggila.  </p>
<p>Kegilaan menjadi-jadi. Tiga hari setelah RPK diperkosa di hutan Nongsa, giliran L, bocah 9 tahun diperkosa di Bengkongsadai. POSMETRO yang mencoba meyakinkan polisi &#8211; juga masyarakat &#8211; bahwa ada benang merah di antara semua kejadian itu, justru dianggap koran cabul yang mengada-ada. Lima hari kemudian, jatuh korban berikutnya. A, seorang gadis berusia 6 tahun warga Bengkong, diperkosa di Kampung Nanas, Batamcentre. Yang terakhir ini sangat sadis.</p>
<p>Dengan menumpang motor, A dibawa ke sebuah rumah liar di daerah Kampung Nanas. Di sana ia diperkosa dan ditinggal begitu saja. Satu hari-satu malam A menggigil kedinginan sekaligus ketakutan di gubug reot tanpa ada satupun orang yang menolong. Beruntung di hari berikutnya ada pemulung datang dan mendengar tangisannya. A terselamatkan. Ironisnya, trauma berat A akibat perkosaan itu tak menggoyahkan keyakinan polisi bahwa mungkin bocah-bocah di atas diperkosa orang yang sama. </p>
<p>Di antara keengganan koran-koran lain memberitakan kasus perkosaan berantai ini, POSMETRO tetap gencar memblow-up berita &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221;. Bahkan kasus A sempat disembunyikan oleh polisi, dan koran-koran terbitan Batam baru mau memberitakan setelah POSMETRO terang-terangan menyatakan &#8220;perang&#8221; terhadap &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221; dan juga kerja polisi yang seperti jalan siput. Itupun berita mereka kecil dan sekali lagi: POSMETRO dianggap koran cabul karena memberitakan perkosaan.</p>
<p>Logika yang amburadul memang. Memberitakan perkosaan dengan sejumlah fakta malah dibilang koran cabul. Sementara koran-koran lain yang gemar memberitakan kebohongan omongan pejabat malah dianggap koran keren dan bermutu.  </p>
<p>Hingga kemudian tanggal 15 September, NS, bocah 6 warga Bengkong Swadaya menjadi korban perkosa berikutnya. Disusul kemudian PA, gadis 9 tahun yang diperkosa pada tanggal 29 September di hutan dekat Bandara. Tapi polisi seperti masih ogah serius bekerja. Batam yang wilayahnya seuplik ini, seharusnya bukan menjadi tempat leluasa bagi pemerkosa untuk beraksi hingga memakan enam korban. Bandingkan dengan luas dan banyaknya penduduk di Bali. Namun Muhammad Davis Suharto, pemerkosa di Bali dan Batam, berhasil ditangkap hanya dalam tempo waktu tak kurang dari dua bulan. Di Batam, enam bulan &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221; malang-melintang, polisi malah ngotot kasus &#8220;Pemerkosa Bermotor&#8221; bukanlah kasus yang perlu dijadikan prioritas penyelesaian. </p>
<p>Seandainya polisi Batam bekerja seperti polisi Bali. Menyebar sketsa wajah pelaku, menggelar patroli hingga dinihari, menjaga sekolah-sekolah, mungkin tak perlu jatuh korban hingga enam orang. Tapi kini, semuanya jelas sudah terlambat. Penyesalan tak terlalu berguna memang. Tapi polisi, tolonglah bekerja dengan hati nurani!!!!</p>
<p>Oleh: <a href="http://lali-jiwo.com">Sultan Yoh</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="berita posmetro batam">berita posmetro batam</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="blog posmetro">blog posmetro</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="cerita diperkosa dihutan">cerita diperkosa dihutan</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="Cerita perkosaan d kampung/hutan">Cerita perkosaan d kampung/hutan</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="posmetro tgl 29 com">posmetro tgl 29 com</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/" title="site:blog posmetrobatam com Pos metro batam">site:blog posmetrobatam com Pos metro batam</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.112 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/05/kisah-pemerkosa-bermotor-dan-polisi-siput-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Pekerja dan Malaikat</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/dialog-pekerja-dan-malaikat/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/dialog-pekerja-dan-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Izulthea]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Izulthea Petarung Sejati
Pekerja : Mbak Mau Kas Bon, Bisa?
Keuangan : Terus?
Pekerja diam. Kok dijawab dengan kalimat &#8220;terus&#8221;?.
Pekerja : Maksud saya, mau pinjem Uang Kas Bon&#8230;
Keuangan : Untuk apa? [suara meninggi]
Pekerja : Ya biasalah&#8230; [Pekerja keberatan merinci]
Keuangan : Iya. Tapi Langsung potong akhir bulan ya.

Pekerja terdiam.
Dia pinjam 500 ribu. Bagian keuangan meminta dibayar tunai diakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh <a href="http://izulthea.com">Izulthea Petarung Sejati</a></strong></p>
<p>Pekerja : Mbak Mau Kas Bon, Bisa?<br />
Keuangan : Terus?</p>
<p>Pekerja diam. Kok dijawab dengan kalimat &#8220;terus&#8221;?.</p>
<p>Pekerja : Maksud saya, mau pinjem Uang Kas Bon&#8230;<br />
Keuangan : Untuk apa? [suara meninggi]</p>
<p>Pekerja : Ya biasalah&#8230; [Pekerja keberatan merinci]<br />
Keuangan : Iya. Tapi Langsung potong akhir bulan ya.</p>
<p><span id="more-69"></span></p>
<p>Pekerja terdiam.<br />
Dia pinjam 500 ribu. Bagian keuangan meminta dibayar tunai diakhir bulan sebesar 500 ribu.<br />
500 ribu dibayar tunai 500 ribu&#8230;<br />
500 ribu diba&#8230;yar langsung 500 ribu&#8230;<br />
500 ribu diba&#8230;yar lang..sung 500 ribu&#8230;<br />
500 ribu diba&#8230;yar lang..sung 500 ri..bu&#8230;</p>
<p>Tangannya terkepal. Telepon itu dia banting pelan-pelan. Apa tidak ada keringanan yang lebih ringan?</p>
<p>Itu adalah sepenggal cerita dibalik derita sebagai pekerja.<br />
Bekerja taat waktu, taat asas, taat atasan, penuh loyalitas serta dedikasi tinggi. Namun, hanya sekedar meringankan beban melewati tengah bulan yang sedikit menyakitkan saja dibuat sakit.</p>
<p>Pekerja yang sabar itu menarik ucapannya kembali. Mengurungkan niatnya memelas belas kasihan dari tempat ia bekerja. Ah, sudahlah. Toh aku masih punya tuhan.</p>
<p>Lalu ia mencari-cari tuhan. Dimana gerangan yang ia janjikan. Katannya,<br />
&#8220;Mohonlah kepadaku, niscaya aku Berikan.&#8221;<br />
Sudah dimohonkan. Namun tak kunjung datang. Seolah tuhan tak mendengar.<br />
Jika dibilang tuli, Dia marah besar. Orang suci bilang, &#8220;kamu telah durhaka kepada tuhanmu..&#8221;</p>
<p>Dan ternyata tuhan tak mendengarkannya.<br />
Lalu pekerja itu menitipkan pesan kepada dua malaikat yang selalu bersamanya:</p>
<p>&#8220;Tolong kalian sampaikan pesanku ini, kepada tuhanku yang juga tuhan kalian.<br />
Bahwa, tubuhku, tubuh anakku, tubuh istriku, membutuhkan makanan untuk terus hidup. Jika tuhan tak memberiku uang untuk kubelikan makanan, maka tolong mintakan padanya, untuk mematikan sifat alamiah tubuh kami. Biarlah kami tidak makan, tapi tetap hidup. itu saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus terang. Tak ada niatan kami untuk menjadi kaya. Kami tidak meminta kekayaan. Kami hanya ingin hidup.Tak pernah berpikir tentang karir, rumah, mobil, deposito, bisnis, profit sharing, gengsi, martabat. Pikiran kami sangat sederhana. Sesederhana manusia hutan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika tuhan sedang tidak sibuk, tolong sampaikan pesan ini sebelum waktu sore.<br />
Aku tahu, kalian, malaikat, mungkin saja lelah. Tapi tolong, ini pesan yang sangat penting.Jika kalian lakukan, maka kalian telah menyelamatkan banyak nyawa. dan kalian adalah pahlawan kami&#8230;&#8221;</p>
<p>Pekerja terjepit. Namun pantang dia menjerit.</p>
<p>==========================================<br />
Teruntuk:<br />
<em>Kaum pekerja, buruh pabrik, proletar, buruh cuci, tukang antar galon aqua, tenaga outsourching, kuli angkut, Cleaning Service, Pramuniaga toko pakaian dalam, Janda-janda Pekerja, buruh tanpa jamsostek dan jaminan hari tua, asongan, Office Boy, dan manusia-manusia lemah yang tak pernah berpikir karir dan jabatan&#8230;. Aku bagian dari kalian. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/dialog-pekerja-dan-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Miyabi dan Putri Munawaroh</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/antara-miyabi-dan-putri-munawaroh/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/antara-miyabi-dan-putri-munawaroh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Izulthea]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Izulthea Petarung Sejati
Dua-duanya perempuan.
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.
Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.

Seandainya (sebelum didoktrin paham terorisme) Putri Munawaroh memiliki kesiapan intelektual, pastinya dia nggak bakalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_66" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2010/04/orizawa.jpg"><img class="size-medium wp-image-66 " title="orizawa" src="http://blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2010/04/orizawa-300x228.jpg" alt="Maria Orizawa dan Putri Munawaroh" width="300" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Maria Orizawa dan Putri Munawaroh</p></div><br />
<strong>Oleh <a href="http://izulthea.com">Izulthea Petarung Sejati</a></strong><br />
Dua-duanya perempuan.<br />
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.<br />
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.</p>
<p>Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.<br />
<span id="more-67"></span></p>
<p>Seandainya (sebelum didoktrin paham terorisme) Putri Munawaroh memiliki kesiapan intelektual, pastinya dia nggak bakalan seperti itu. Namun, sayang seribu kali sayang, cinta pada suami membuatnya buta, sehingga lupa, bahwa suaminya sebenarnya perlu dikalibrasi otak dan hatinya. Jadi, hasil akhirnya adalah, serupa-setali tiga uang dengan suaminya itu.</p>
<p>Nah, kalo Miyabi itu juga sebenarnya gadis normal. (Ups, bukan gadis ding, semua juga tahu kalo dia udah gak gadis lagi…hahahaa..). Namun pada umur 13 tahun, dia merasakan betapa nikmatnya dunia Oh yes Oh No itu. Makanya, paham erotisme, porno, dan bokep telah mengakar dan mendarah daging dalam hati dan pikiran Miyabi.</p>
<p>Akhirnya, saya menyimpulkan, dua-duanya harus saya tolong. Dua-duanya harus saya perbaiki. dan dua-duanya harus saya kawini. Oh May Got???….</p>
<p>Kok Kawin? Kok Optimis?<br />
Pasti saya optimis. Karena keduanya wanita asia. Keduanya pasti punya pikiran sama, keduanya pasti suka taat sama suami.</p>
<p>Nanti, saya akan suruh Miyabi pake jilbab, meninggalkan sisi erotisme dan vulgar. Juga Putri Munawaroh, saya suruh jangan mengaji sembarang tempat. Jangan ikut paham ini paham itu. Biasa-biasa sajalah. Ngurus anak, melayani suami, dan menjadi ibu yang baik. Juga Miyabi, nanti saya akan ganti namanya jadi Neng Mimi, atau teteh Ori. Saya akan suruh dia buka warnet, atau jaga rental. Sehingga bisa meredam hasrat dan bakatnya yang tak terkendali itu.</p>
<p>Akhirnya, saya berdoa semoga mereka mendapatkan hidayah, amin.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;<br />
disalin tanpa izin oleh unik77.tk dan rastadiary.wordpress.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/antara-miyabi-dan-putri-munawaroh/" title="putri munawaroh umur">putri munawaroh umur</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.087 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/antara-miyabi-dan-putri-munawaroh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Namamu Ahmad Izzuddin Al-Qossam</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/namamu-ahmad-izzuddin-al-qossam/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/namamu-ahmad-izzuddin-al-qossam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Izulthea]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Ayah membayangkan, kau anakku, adalah petarung sejati yang benar-benar dinantikan oleh manusia.
Ayah membayangkan, kamulah nanti yang akan memimpin pasukan berbaju hitam dari timur, yang kedatangannya dinantikan sepanjang masa.
Kalaupun bukan, jadilah pengikut pasukan berbaju hitam itu.

Oleh Izulthea Petarung Sejati
Kamu harus marah kepada orang yang memanggilmu mat, mamat, atau aat. Sebab, ayah memberimu nama yang sangat bagus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayah membayangkan, kau anakku, adalah petarung sejati yang benar-benar dinantikan oleh manusia.<br />
Ayah membayangkan, kamulah nanti yang akan memimpin pasukan berbaju hitam dari timur, yang kedatangannya dinantikan sepanjang masa.<br />
Kalaupun bukan, jadilah pengikut pasukan berbaju hitam itu.<br />
<span id="more-64"></span></p>
<p><strong>Oleh <a href="http://www.izulthea.com">Izulthea Petarung Sejati</a></strong></p>
<p>Kamu harus marah kepada orang yang memanggilmu mat, mamat, atau aat. Sebab, ayah memberimu nama yang sangat bagus, dimana orang lain takut memberi nama anak mereka dengan nama itu.</p>
<p>Ayah sadar, resiko yang akan kamu hadapi jika kamu bernama ini. Kamu akan dicurigai!!<br />
Kamu akan sulit bepergian keluar negeri, kendati dirimu adalah manusia terbaik sepanjang masa, anakku.</p>
<p>Walau kamu tak berjenggot, walau kamu tak fasih berbahasa arab, walau kamu bukan anggota pengajian yang mengaji sembunyi-sembunyi&#8230;tetap mereka akan mencurigaimu, anakku.</p>
<p>Tapi, ah sudahlah. Sudah sering kita dibuat sulit dengan cara seperti itu. Selalu dicurigai. Entah sama keluarga sendiri, tetangga, atau orang yang kita temui dijalan-jalan.</p>
<p>Anakku, ayah merasa waktu ayah sudah dekat.<br />
Ayah takut, kamu tidak mengetahui apa yang ayah lakukan untuk kalian.<br />
Dan ayah takut jika dikatakan ayah pergi tanpa pamit.</p>
<p>Pesan ayah, Jangan kalian berharap peninggalan yang dari kakek dan nenek kalian.<br />
Sebab, semuanya sudah dikuasai dan dijual oleh saudara Ayah. Dan kalian pun jangan pernah menuntut itu. Jangan ribut. Jangan Berisik. Biarlah kita menjadi orang pinggiran.</p>
<p>Juga kalian jangan berpikir seperti manusia rendah, yang selalu berharap durian jatuh ke tanah. Walau ayah tidak memiliki harta benda yang bisa kalian nikmati, tapi ayah memiliki sesuatu, yang tak semua orang memilikinya.</p>
<p>Ayah memiliki ini, ini dan ini.<br />
Inilah yang bisa membuat ayah bertahan dalam hidup dan kehidupan.<br />
Ayah tak pernah memaksa kalian menjadi seperti ayah.<br />
Tapi paling tidak, apa yang ayah lakukan bisa membuat ayah bertahan.</p>
<p>Kamu tahu apa yang ayah khawatirkan?<br />
Hmmm&#8230;ayah khawatir ini adalah pelukan terakhir untukmu dan adikmu. Ayah khawatir, sinar matahari pagi yang setiap saat ayah temui dijalanan, tak muncul lagi.</p>
<p>Sebab, utusan tuhan sedang menunggu di persimpangan jalan itu, yang tak terlalu gelap. Dia berdiri dengan satu kaki dilipat, bersandar pada tiang penunjuk jalan, memandang ayah, dengan kunci mobil yang dia putar-putar dengan satu jari&#8230;seolah tak sabar menunggu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Jika ayah benar-benar pergi, tolong sampaikan Salam Hormat dan Ucapan Terimakasih Ayah kepada seseorang yang bernama Garis Sejajar. Dan Bilang Kepadanya: &#8220;Maaf telah membuatmu menunggu lama&#8221;<br />
Jaga Adikmu.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/namamu-ahmad-izzuddin-al-qossam/" title="izzudin al qossam">izzudin al qossam</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/namamu-ahmad-izzuddin-al-qossam/" title="namamu nama kita">namamu nama kita</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.286 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/namamu-ahmad-izzuddin-al-qossam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ironi Pengemis dan Takdir</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/tulisan-izulthea-petarung-sejati-ironi-pengemis/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/tulisan-izulthea-petarung-sejati-ironi-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay Izulthea]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; Selamat pagi takdir..apa yang kau siapkan untukku hari ini? kegagalan? keceriaan? kebencian? atau apa nih? Tolong ya, jangan permainkan aku lagi, sebab aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menuntutmu, takdir.Bagaimana kalau aku berdoa, supaya kau-takdir-segera menemui ajalmu saja, dan doa itu dikabulkan?&#8230;.&#8221;
Oleh Izulthea Petarung Sejati

Yak, baru jam tujuh malam tadi aku makan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;&#8230; Selamat pagi takdir..apa yang kau siapkan untukku hari ini? kegagalan? keceriaan? kebencian? atau apa nih? Tolong ya, jangan permainkan aku lagi, sebab aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menuntutmu, takdir.Bagaimana kalau aku berdoa, supaya kau-takdir-segera menemui ajalmu saja, dan doa itu dikabulkan?&#8230;.&#8221;</em></p>
<p><strong>Oleh <a href="http://www.izulthea.com">Izulthea Petarung Sejati</a></strong><br />
<span id="more-60"></span><br />
Yak, baru jam tujuh malam tadi aku makan Ayam Goreng, dengan sambal khas dan lalaban hijaunya. Lalu dua jam kemudian, aku makan menu yang sama.</p>
<p>Ketika suapan pertama masuk kemulutku, aku bergumam, &#8220;maafkan aku anakku&#8230;&#8221;<br />
lalu suapan kedua, juga aku berbisik lembut, &#8220;maafkan aku istriku..&#8221;.<br />
dan disuapan ketiga, aku berhenti sejenak, memejamkan mata, lalu secepat kilat kumasukkan menu itu, kukunyah seolah aku geram&#8230;.</p>
<p>Yah, aku geram&#8230;Geram kepada takdir tuhan.</p>
<p>Yang aku inginkan adalah tuhan mengabulkan keinginanku: sekedar selembar cek kertas berwarna putih-krem dan beberapa lemabr deposito. Namun, dari tadi tak kunjung kudapat hasil mengemis. Padahal, aku mengerjakan semua yang tuhan perintahkan: berdoa dan berusaha.</p>
<p>Uang itu, akan kubelikan bensin untuk sedan mercyku, lalu sisanya kubelikan nasi dan lauk-pauk seadanya buat anak istriku.</p>
<p>Aku tahu, mereka kutinggalkan tanpa uang sepeserpun disaku mereka. Tapi, kepergianku pun bukan untuk hura-hura: aku bekerja sebagai pengemis, lengkap dengan sejuta belas-kasihan diseluruh tubuhku.</p>
<p>Dua menu nasi lengkap dengan lauk pauknya aku dapat dengan mudah malam tadi, namun sayang, anak istriku tak menikmatinya.</p>
<p>Sebab, sedanku mogok, bensin kering tak mau jalan, lalu aku terpaku di tengah jalan. Sambil memegangi nasi sejuta kenikmatan tadi.</p>
<p>Saat itu, aku merasa seperti pengkhianat, padahal aku bukanlah sedang berkhianat. Sama seperti halnya kekasihku dulu memandangku berkhianat karena menghadirkan orang lain dalam hidupku, tapi aku tak pernah mengakui kalau aku saat itu berkhianat.</p>
<p>Aku tak tahu pasti, apakah anak-istriku sedang tertidur lelap, atau tetap tersiksa dengan laparnya.</p>
<p>Aku pengemis tak berguna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/tulisan-izulthea-petarung-sejati-ironi-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Syur, Jangan Porno Duluan</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 03:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasa Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Mass Rapid Transit (MRT), satu sore yang menggigil oleh udara ber-AC. Saya salah tingkah sendiri menyaksikan adegan syur tepat di tempat duduk depan saya: Seorang pria 30-an memeluk erat kekasihnya yang saya taksir sama usia. Keduanya sama-sama berdiri. Bibirnya liar mengurapi leher dan wajah sang pacar. Tangannya melingkar erat di perut si wanita yang merelakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mass Rapid Transit (MRT), satu sore yang menggigil oleh udara ber-AC. Saya salah tingkah sendiri menyaksikan adegan syur tepat di tempat duduk depan saya: Seorang pria 30-an memeluk erat kekasihnya yang saya taksir sama usia. Keduanya sama-sama berdiri. Bibirnya liar mengurapi leher dan wajah sang pacar. Tangannya melingkar erat di perut si wanita yang merelakan diri diperlakukan apa saja. Sesekali bahkan, si wanita memperbaiki letak tangan si lelaki untuk ditaruh di bagian tubuhnya sendiri. Seolah meminta sang lelaki lebih erat mendekapnya.<br />
<span id="more-58"></span><br />
Jakun saya naik turun oleh adegan itu. Leher putih si wanita yang penuh noda merah oleh bekas cupang yang saya duga dibuat malam sebelumnya, sesekali terbuka ketika si wanita itu menyibakkan rambut panjangnya. Dan ketika adegan itu selesai saat MRT berhenti di Stasiun Serangoon, kok tiba-tiba saya merasa lega. Mungkin karena sudah terbebas dari salah tingkah atas adegan tersebut. Adegan kurang lebih 20 menit dalam perjalanan antara Stasiun Harbour Front ke Serangoon. Jakun saya pun tak lagi naik turun setelah keduanya sirna dari hadapan saya. </p>
<p>Jangan dipikir adegan di atas adalah sebuah imajinasi ataupun penggalan film-film romantis produksi Hollywood. Anda yang gemar berkeliling Singapura dengan MRT maupun bus, akan dengan mudah menyaksikan adegan semacam itu. Asyik berciuman syahwat di depan umum; wanita-wanita berbusana sangat terbuka; atau sekedar pamer bagian-bagian tubuh sensitif. Di pasar basah hingga mal mewah sekelas Paragon, dari MRT hingga sudut-sudut kumuh Singapura, semua itu gampang ditemukan. Tapi luar biasanya, saya nyaris kesulitan menemukan berita-berita pelecehan seksual atau pemerkosaan di Strait Times atau Today. Dua koran yang dilanggani keluarga saya. The New Paper, koran yang gemar menjadikan headline berita-berita kriminal semacam perkosaan bahkan kerap menjadikan berita sepakbola Liga Inggris sebagai sajian utama. Untuk mengatasi ketaktersediaan berita kriminal.</p>
<p>Mengutip kalimat seorang rekan saya yang pernah lama bermukim di Amerika Serikat, &#8220;Saya kaget orang sana (Singapura) cara pakaiannya jauh lebih &#8216;parno&#8217; dari orang Amerika.&#8221;</p>
<p>Sebagai editor halaman pertama POSMETRO, tiap hari saya nyaris membaca semua berita yang masuk ke meja redaksi. Berita pelecehan seksual, perkosaan, cabul, perselingkuhan, tiap hari menjadi konsumsi saya. Kasus Pemerkosa Bermotor bahkan hingga kini sudah menelan sembilan korban. Pencabulan anak di bawah umur, atau sekedar caci-maki bermuatan syahwat hampir tiap hari terjadi di Batam. Frekuensinya kian hari kian meninggi, kian membuat miris masyarakat Batam. Orangtua mencabuli anak, si anak mengkurangajari orangtua adalah hal biasa di sini. Di kota yang bangga menyebut diri sebagai Bandar Kota Madani.</p>
<p>Singapura yang begitu &#8220;terbuka&#8221;, bahkan hanya punya satu kawasan prostitusi yang melegenda itu: Geylang. Di Batam? Setiap penjuru wilayah selalu punya. Saya bukan ahli kriminologi hingga tak bisa menebak kenapa hal itu bisa terjadi. Apakah masyarakat jiran jauh lebih &#8220;beriman?&#8221;</p>
<p>Dalam teori-teori sebab-akibat yang sering saya baca, seharusnya Singapura yang begitu glamour memamerkan kemolekan syahwat mereka, berkemungkinan menghadirkan kejahatan seksual lebih tinggi. Seharusnya koran-koran di jiran kita itu tiap hari dipenuhi berita perkosaan. Tapi kenapa justru hal itu terjadi di Batam? Institusi yang menangani kejahatan, polisi, mungkin lebih tahu jawabannya.</p>
<p>Sampai di sini, muncul fenomena unik yang mungkin bisa menjadi rujukan jawaban atas pertanyaan di atas. Sebagian masyarakat Singapura, justru lebih sering melakukan tindak kejahatan seksual di Batam. Pelecehan apek-apek Singapura sering dialami wanita-wanita Batam. Belum lama ini di Tanjungpinang, seorang sopir taksi Spore merekam secara sembunyi-sembunyi adegan ia bercinta dengan PSK di kamar hotel. Pertengahan tahun 2008, seorang India Spore membunuh kekasihnya yang tengah hamil tua. Tak terbilang pula pelecehan-pelecehan waitres kita oleh lelaki-lelaki Singapura yang gatal tangan di pub-pub Batam.</p>
<p>Kenapa mereka tidak berani melakukan di negeri mereka sedang di sini bisa seenak perut mereka? Sekali lagi, penegak hukum dan polisi yang lebih tahu jawabannya.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="berita posmetro batam">berita posmetro batam</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="beritaposmetrobatam">beritaposmetrobatam</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="kriminal perkosaan">kriminal perkosaan</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="metro post batam">metro post batam</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="pos metro batam hari ini">pos metro batam hari ini</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/" title="posmetro Batam hari ini">posmetro Batam hari ini</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.078 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-syur-jangan-porno-duluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Penting Beres, Berapa pun Jadilah</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 03:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasa Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Supir Taksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Sopir taksi itu kencang nyerocos soal ketidaksukaannya tentang bule ketika mengetahui saya berasal dari Batam. Sama kencangnya saat ia menyetir membawa kami sekeluarga menuju Hotel YMCA untuk bertemu dengan Aaron, sahabat kami yang seorang bule buta asal Inggris. Sabtu malam pekan lalu yang gerah, tiba-tiba saya begitu mencintai Indonesia. 
GM Boon &#8211; ini nama sopir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sopir taksi itu kencang nyerocos soal ketidaksukaannya tentang bule ketika mengetahui saya berasal dari Batam. Sama kencangnya saat ia menyetir membawa kami sekeluarga menuju Hotel YMCA untuk bertemu dengan Aaron, sahabat kami yang seorang bule buta asal Inggris. Sabtu malam pekan lalu yang gerah, tiba-tiba saya begitu mencintai Indonesia. <span id="more-56"></span><br />
GM Boon &#8211; ini nama sopir yang kebetulan saya baca di kartu pengenal di kaca depan mobil &#8211; bercerita soal pengalamannya membawa seorang bule dengan kekasihnya yang Asia. &#8221;Entah Thailand atau Indonesia, tapi yang jelas dia Asia lah. Cantik, muda. Si bule mabuk, ceweknya mabuk. Begitulah kerja mereka. Katanya rapat, tapi di night club. Sambil mabuk dan pegang-pegang perempuan,&#8221; begitulah kira-kira awal cerita Pak Boon kalau saya terjemahkan secara bebas. Saya manggut-manggut saja. &#8221;Singapura dianggap seperti sampah,&#8221; Boon menambahkan.<br />
Saya sebetulnya tak mempeduli cerita itu. Tokh di Batam, prilaku bejat bule seperti cerita Boon sering terjadi. Bukan hanya bule, apek-apek Singapura juga banyak buang &#8220;sampah&#8221; di Batam, dan kadang jauh lebih kurang ajar. Tapi, obrolan harus dilanjutkan. apalagi ketika istri di samping saya yang sibuk menenangkan si kecil, dengan isyarat matanya meminta saya untuk berbasa-basi menjawab Pak Boon. Lalu, sampai Pak Boon pada cerita tentang orang Indonesia, tentang orang Batam; dan ini yang membuat saya gembira menyimak ceritanya.<br />
&#8221;Saya dari Jawa,&#8221; jawab saya ketika Pak Boon bertanya dari mana saya berasal. &#8221;Jawa, saya suka mereka. Sopan-sopan,&#8221; sopir yang saya taksir berusia 45-an tahun itu memotong kalimat saya. Saya terkekeh, juga tersanjung. Tapi Pak Boon cepat-cepat menambahi, bahwa orang Indonesia selalu royal, gampang mengeluarkan uang, dan suka tak meminta ongkos kembalian. Hahaha&#8230;<br />
Sepengamatan saya, Pak Boon tidak salah. Jika Pembaca datang ke S&#8217;pore dan cuci mata ke butik-butik elit di sepanjang Orchird Road seperti Chanel, Prada, atau Versace; jangan kaget kalau pengunjung banyak yang nyerocos dengan bahasa Indonesia. Sementara di genggaman mereka, sudah penuh tas-tas belanjaan barang mahal. Sekali pukul, orang kaya Indonesia berani membeli kaos oblong seharga S$ 2.500 dolar! Rp17 juta cing, hanya untuk sebiji kaos oblong. Orang bule? Kalau urusan belanja, lewat&#8230; Kalau dalam bahasa Pak Boon, orang bule &#8221;pelit-pelit.&#8221;<br />
Di hotel-hotel bintang lima pun kita tak sulit mencari &#8220;orang kita&#8221;. Ketidakmampuan dan ketidakberanian bertungkus lumus dengan hal baru seperti MRT dan bus kota, membuat &#8220;orang kita&#8221; lebih royal mengeluarkan uang untuk menyewa taksi. Saya berpikir, apa enaknya datang ke negeri orang tapi tak bisa menikmati hal baru yang ada.<br />
Pak Boon menambahkan, sudah pelit, orang bule maunya seenak perut sendiri. Suka komplain dan banyak maunya. Di mata Pak Boon, orang Indonesia yang royal, kerap tampil bloon, suka diperdaya, gampang ditipu-tipu, dan suka terkesima. Sebagaimana seorang kenalan saya yang asal Malang, harus keluar duit Rp20 juta untuk membeli seperangkat kamera digital SLR yang harganya cuma Rp8 juta.<br />
Memang bukan kesalahan si pedagang kamera di Orchid Road jika kawan saya sampai harus tertipu. Ceritanya, ia dititipi anaknya yang mahasiswi jurusan komunikasi di sebuah universitas di Malang untuk membeli kamera. Sang bapak, kawan saya, buta kamera dan mau saja saat ditunjukkan trik tipu-tipu kehebatan kamera, &#8220;bisa memoto kipas sampai berhenti,&#8221; kata si pedagang seperti ditirukan kawan saya. Diperdaya hal seperti itu plus bumbu stok tinggal satu-satunya, menguaplah uang kawan saya yang bloon itu. Dan dengan berbunga-bunga, ceritalah ia soal kehebatan kamera yang baru ia beli. Sampai-sampai saya tak tega untuk mengatakan hal sesungguhnya.<br />
Kembali ke cerita Pak Boon. Entah karena saya orang Indonesia hingga dia membaik-baikkan ucapan, yang jelas di mata dia orang Indonesia sangatlah menyenangkan. Orang bule brengsek. Tapi jika alasan kebaikannya karena &#8220;orang kita&#8221; royal, saya pikir ucapan bernada rasis ini tak perlu diperdebatkan. Bukankah justru &#8220;orang kita&#8221; perlu dikasihani karena gampangnya ditipu-tipu? Ah, jika saja Pak Boon bertemu dan ngobrol dengan si bule buta Aaron, dia pasti akan menarik ucapannya bahwa semua bule brengsek.<br />
Bule Aaron buta total, tapi hobinya berkelana. Sebelum ketemu kami di Singapura, dia menghabiskan dua bulan untuk jalan-jalan keliling Australia. Seorang diri! Dengan kesulitannya, dengan keterbatasannya, Aaron tak membutuhkan guide ataupun pertolongan orang lain.<br />
Saya yang sehari sebelumnya mengantar seorang kepala dinas sehat walafiat asal Jawa keliling Singapura dan Kuala Lumpur, tiba-tiba menjadi malu sendiri. Saya merasa, orang Indonesia yang kata Pak Boon royal, sebetulnya punya alasan lain di balik keroyalan mereka. Karena kebodohan dan ketidakberanian menghadapi hal baru, mereka terpaksa royal. Mereka terpaksa hambur-hamburkan uang agar semua urusan jadi mudah. Berapa pun jadilah, asal semuanya beres, semua nyaman. Tidak mau berdebat, tidak mau bertekak, dan tidak berani memperjuangkan hak mereka. Sebagaimana kepala dinas yang saya antar yang tidak berani mengurus tiket kepulangan karena takut tidak bisa berbahasa Inggris. Padahal, petugas tiket itu semua bisa berbahasa Indonesia.<br />
Indonesia&#8230; Indonesia&#8230;, Selamat Sumpah Pemuda!</p>
<p>sultanyohe@yahoo.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/" title="bule pelit">bule pelit</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/" title="butik elit">butik elit</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/" title="Posmetrobatam com">Posmetrobatam com</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.402 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/yang-penting-beres-berapa-pun-jadilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Ah-hun dan UMK Batam</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/kisah-ah-hun-dan-umk-batam/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/kisah-ah-hun-dan-umk-batam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 03:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasa Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Itulah kenapa &#8211; dalam Islam &#8211; kita diajarkan untuk menyisipkan doa mulia bagi pemimpin-pemimpin kita! Bagi pejabat-pejabat kita! Bagi penguasa negeri ini! Itu karena di tangan mereka, nasib kita, nasib keluarga kita, nasib anakcucu kita dipertaruhkan. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah penguasa kita layak menerima doa mulia kita jika upah minimum yang mereka tetapkan tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah kenapa &#8211; dalam Islam &#8211; kita diajarkan untuk menyisipkan doa mulia bagi pemimpin-pemimpin kita! Bagi pejabat-pejabat kita! Bagi penguasa negeri ini! Itu karena di tangan mereka, nasib kita, nasib keluarga kita, nasib anakcucu kita dipertaruhkan. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah penguasa kita layak menerima doa mulia kita jika upah minimum yang mereka tetapkan tak masuk akal untuk menutup biaya hidup kebanyakan warganya?<br />
<span id="more-54"></span><br />
Kolom Rasa Singapura ini tentu bukan membahas soal layak-tidaknya sebuah doa dipanjatkan. Karena yang jelas para pemuka agama lah yang lebih tahu. Namun ketika tiap hari saya harus bergelut dengan berita-berita kriminal semisal pencurian, perampokan, jambret, hingga pembunuhan yang disebabkan minimnya upah yang sudah ditetapkan pejabat-pejabat kita yang mulia, so haruskah kita tetap memanjatkan doa untuk mereka?</p>
<p>Di Singapura, keluarga kami bertetangga dengan seorang ibu rumahtangga beranak tiga berusia 45-an tahun. Kami kerap memanggilnya Ah-hun. Dia cerewet, suka gosip, namun baik hati. Berbeda dengan kebanyakan karakter warga Singapura lainnya yang egois dan individualis, Ah-hun bisa saya katakan seorang yang sosialis: suka bertandang ke tetangga, atau sekedar nongkrong ngobrol dengan sesama ibu rumahtangga. </p>
<p>Selain aktivitas di atas, kegemaran lain Ah-hun adalah membunuh waktu luangnya dengan aktivitas kerja sampingan. Penghasilan suaminya sebagai sopir kontainer memang tak bisa dibilang sedikit, tapi wanita beranak tiga tersebut seperti tak mau berpangku tangan sebagai ibu rumahtangga saja. Ekonominya cukup, namun ia masih menerima jasa pelipatan tas dari perusahaan-perusahaan tas kertas. Setiap akhir pekan, ia juga menjadi sales minuman kesehatan yang dijual ke rumah-rumah di kompleks tempatnya ia tinggal: Hougang!</p>
<p>Penghasilan sebagai pelipat tas kertas bisa dibilang sangat memadai untuk ukuran UMK Batam (Rp 1.110.000). Dengan menyisikan waktu satu hingga dua jam untuk kerja melipat, tiap bulan Ah-hun bisa mengantongi penghasilan antara 400 hingga 700 dolar Singapura. Jika dirupiahkan, berkisar antara Rp2,5-4.5 juta. Besar bukan, untuk penghasilan profesi non-profesinal. Sebagai sales yang bekerja hanya di akhir pekan, sebulan Ah-hun bisa memanen uang sekitar 800 dolar. Untuk negera yang harga sepiring nasi hampir sama dengan di Batam, tolong, jangan bandingkan penghasilan Ah-hun dengan UMK Batam yang tiap tahun naiknya cuma seujung kuku hitam itu. Dijamin, Anda akan kecewa!!!</p>
<p>Jika harga sepiring nasi di Batam dengan Singapura tak terlalu jauh berbeda, kenapa bisa seberbeda itu penghasilan yang didapat rakyat Batam dan Singapura? Jawaban dari pertanyaan ini tentu bukan saya yang berhak menjawab. Coba tanyakan pada pemerintah, kenapa bisa begini!</p>
<p>Saya hanya hendak mengemukakan fakta, bahkan pembantu rumahtangga Indonesia di Singapura saja penghasilannya sangat dimanusiawikan Pemerintah Singapura. Pemerintah sana memutuskan &#8211; dan ini harus dipatuhi semua orang yang mempekerjakan TKI &#8211; gaji minimal adalah 750 dolar Singapura. Jika pada kelanjutannya banyak di antara TKI yang menerima upah di bawah itu, itu karena &#8220;kehebatan&#8221; cukong penyalur TKI yang menyunat hak mereka secara tak manusiawi. </p>
<p>Sekali lagi, itulah kenapa &#8211; dalam Islam &#8211; kita diajarkan untuk menyisipkan doa mulia bagi pemimpin-pemimpin kita! Namun jika para pejabat itu kemudian diperbudak para pengusaha agar UMK ditetapkan serendah mungkin &#8211; hingga kriminal merajalela &#8211; mungkin doa-doa mulia tak perlu lagi dipanjatkan untuk mereka. </p>
<p>Di Singapura, semiskin apa pun Anda yang masih bekerja, tiap tahun Anda bisa berlibur ke luar negeri! Di Batam? Duh&#8230;, tak tega saya meneruskan tulisan saya ini!</p>
<p>sultanyohe@yahoo.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/kisah-ah-hun-dan-umk-batam/" title="penyalur tki di batam">penyalur tki di batam</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.042 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/kisah-ah-hun-dan-umk-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toilet, We Se, Kakus</title>
		<link>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/</link>
		<comments>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 03:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasa Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.posmetrobatam.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Jika ingin menyelami sifat, kebiasaan, serta kebusukan rekan atau kenalan Anda, bertandanglah ke rumah mereka dan longoklah toiletnya! Perhatikan apakah bulu sikat gigi si pemilik rumah sudah aus banget tapi tak diganti-ganti; atau tempat sabun yang belepotan busa. Mungkin juga dinding kamar mandi rekan Anda sudah menghijau oleh lumut tak terjamah.

Ataukah sebaliknya, lantai bersih, jambang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ingin menyelami sifat, kebiasaan, serta kebusukan rekan atau kenalan Anda, bertandanglah ke rumah mereka dan longoklah toiletnya! Perhatikan apakah bulu sikat gigi si pemilik rumah sudah aus banget tapi tak diganti-ganti; atau tempat sabun yang belepotan busa. Mungkin juga dinding kamar mandi rekan Anda sudah menghijau oleh lumut tak terjamah.<br />
<span id="more-52"></span><br />
Ataukah sebaliknya, lantai bersih, jambang licin mengkilap, dan semua peralatan pembersih diri tertata rapi. Anda akan bisa meraba-raba sifat dan prilaku asli seseorang dari toilet rumah mereka. Karena, seseorang yang memperlakukan dirinya dengan baik, orang yang bertanggungjawab pada diri sendiri &#8211; juga kepada orang lain &#8211; tentu tak akan membiarkan toiletnya seperti kapal pecah. Dan di Singapura, nyaris semua toilet umum yang pernah saya nikmati semuanya bersih, mengkilap, dan wangi.</p>
<p>Kecuali satu: toilet di ruang (dalam) tunggu penumpang Pelabuhan Harbour Front!!!</p>
<p>Ya, toilet yang saya sebut terakhir ini memang luar biasa jorok jika dibanding lima toilet di seantero bangunan Harbour Front. Toilet terbaik di empat lantai Harbour Front menurut saya ada di lantai tiga, dekat konter pembelian tiket kapal Feri Batam-Singapura. Toilet yang didesain tanpa pintu itu benar-benar dibuat dengan pertimbangan kesehatan. Membuang daun pintu dan menggantinya dengan desain lorong masuk yang membelok, pengguna toilet tak perlu takut diintip, dan terpenting tak lagi harus mencemarkan tangan dari bakteri-bakteri yang biasa menempel saat kita mengongkek pegangan pintu. Dilengkapi toilet khusus penderita cacat, Anda yang terbiasa membersihkan pantat dengan cebok pun disediakan toilet khusus dengan air cebokan. </p>
<p>Lantai di toilet tingkat tiga itu selalu dijaga agar tetap bersih dan bebas genangan air. Tentu saja tak ada retak atau benda-benda membahayakan selayaknya toilet umum di Batam yang tak jarang dana pembangunannya dikorupsi hingga menghasilkan toilet berkualitas buruk yang penuh jebakan bahaya. Tisu selalu tersedia, begitu juga mesin pengering tangan yang selalu berfungsi dengan sempurna. Empat toilet lainnya, kondisinya nyaris serupa: bersih, terawat, dan sangat memanusiakan penggunanya. Kecuali satu: toilet di ruang (dalam) tunggu penumpang Pelabuhan Harbour Front!!!</p>
<p>Ironisnya, toilet terburuk di Harbour Front sebagian besar dipergunakan oleh orang Indonesia. Ya, karena letaknya di ruang tunggu pemberangkatan yang hanya bisa diakses pemegang tiket feri, toilet itu nyaris dipergunakan orang Indonesia. Anda yang sempat ke Singapura, cobalah membandingkan toilet lain di Harbour Front dengan toilet satu ini. Di toilet ruang tunggu ini, aroma &#8220;Indonesia&#8221;  terasa sekali: tisu berserakan, jambang tidak dibilas dengan sempurna, air kencing lari ke mana-mana, air ludah terserak, lantai tergenang, gulungan tisu tersobek tak karuan, bahkan (maaf) saya kerap melihat sisa tinja yang masih mengambang di jambangan. Menjijikkan sekali. </p>
<p>Bukannya tidak ada cleaning servis yang membersihkan jika kondisi toilet tersebut sangat jorok. Setiap kali saya menunggu feri yang akan membawa saya pulang ke Batam, saya memperhatikan, beberapa puluh menit sekali selalu ada petugas pembersih yang datang ke sana. Begitu bersih, sesaat kemudian toilet yang malang itu kembali kotor. Pemakainya lah yang terlalu egois dan tak bertanggungjawab saat menggunakan toilet hingga menyisakan kotoran yang kemudian harus &#8220;dinikmati&#8221; orang lain. </p>
<p>Apakah fakta ini membuktikan bahwa orang kita kurang bertanggungjawab? Jawabannya tentu ada di kepala masing-masing Pembaca. Anda yang terbiasa seenaknya menggunakan toilet, mungkin bisa segera mengubah kebiasaan itu jika tidak ingin sifat asli Anda terbongkar. Anda yang kerap menyunat sebagian dana pembangunan toilet tentu bisa berkaca, bahwa perbuatan itu sama joroknya dengan pemandangan tinja mengambang di jambangan. Toilet bisa menjadi tempat belajar yang menarik sekaligus &#8220;ruang pribadi&#8221; yang bisa dipakai merenung mencari inspirasi. Toilet bisa menelanjangi kebaikan sekaligus keburukan Anda. Dan di Singapura? Saya bertanya-tanya, kenapa masih ada sebuah toilet yang begitu menjijikkan? </p>
<p>sultanyohe@yahoo.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/" title="toilet singapura">toilet singapura</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/" title="design pintu wc">design pintu wc</a></li><li><a href="http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/" title="Mengapa Tinja menjijikkan">Mengapa Tinja menjijikkan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.583 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.posmetrobatam.com/2010/04/toilet-we-se-kakus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
