Archive for the ‘Essay Izulthea’ Category

Persamaan E = h.f dan Misteri Hidup

Iseng mengingat-ingat masalalu, terbersit suatu persamaan dalam Fisika Kuantum yang membuatku tak bisa tidur. Dalam persamaan itu didefinisikan bahwa Energi berbanding Lurus dengan frekuensi. E = h.f

Dimana, dalam persamaan itu terdapat hubungan-hubungan yang membuatku tercengang, hingga saat ini.
Bahwa,

  1. Energy berbanding lurus dengan frekuensi (E=h.f)
  2. Energi berbanding terbaik dengan panjang gelombang (E = h.[c/lambda])
  3. Frekuensi berbanding terbalik dengan lambda (panjang gelombang) atau f=1/lambda

Disitu aku mulai berpikir bahwasannya, ada pesan tersembunyi yang Allah SWT sampaikan melalui persamaan tadi. Seolah Allah membukakan matahatiku, mengenai hakikat perjumpaan denganNYA.

Bahwa,

  1. Energy berbanding lurus dengan frekuensi (E=h.f)
  2. Semakin tinggi frekuensi, semakin tinggi energi
  3. Jika aku sering menjumpai Allah dalam sholat dan Doaku, serta keseharianku, maka aku akan mendapatkan energi penuh menghadapi segala permasalahan hidup dan kehidupanku
  4. Energi bisa berupa harapan, semangat hidup, kebahagiaan tak henti, dan segala sesuatu yang bersifat positif akan menghasilkan energi
  5. Begitu Pula Sebaliknya

Bahwa,

  1. Frekuensi berbanding terbalik dengan lambda (panjang gelombang) atau f=1/lambda
  2. Semakin jauh jarak, semakin kecil frekuensi, semakin rendah energi
  3. Semakin jarang kutemui Allah dalam Sholatku, Dzikirku, Keseharianku, semakin jauh pula aku akan mendapatkan Energi kehidupan berupa harapan, semangat hidup, kebahagiaan tak henti, dan segala sesuatu yang bersifat positif yang akan menghasilkan energi
  4. Dengan demikian, aku akan miskin energi,aku miskin harapan, aku akan dirudung kesengsaraan yang tak henti, lalu aku menjadi manusia tanpa definisi.

Akhirnya,
Aku harus memilih, mau — Panjang Gelombang (lambda) atau Frekuensi (f) — yang akan kutingkatkan nilainya. Pilihannya cuma dua, Frekuensi berbanding terbalik dengan lambda (panjang gelombang) atau f=1/lambda .

Jika Frekuensi Kutingkatkan Nilainya, maka: Jarak Itu akan semakin dekat. Aku Semakin dekat dengan DIA Tuhanku.

Namun, Jika Frekuensi Kurendahkan Nilainya, Maka: Jarak itu Semakin Jauh. Aku semakin Jauh dengan Tuhanku…

When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me: Let them also, with a will, Listen to My call, and believe in Me: That they may walk in the right way.[Al Baqarah-Verse 186-]

Salam Hormat,
Izulthea Petarung Sejati

Incoming search terms for the article:

Merencanakan Kematian Yang Baik

Oleh: Izuthea Petarung Sejati

Kita semua tahu (atau minimal pura-pura tahu) bahwa sebenarnya ajal itu tak ada yang tahu, kapan dan di mana gerangan ia akan datang. Namun setidaknya, ada yang masih bisa kita lakukan untuk membuatnya datang pada tempat dan waktu yang benar.

Hmmm…kelihatannya kontra dengan pemahaman takdir, tapi menurut justeru tidak, bahkan sangat sejalan dengan makna takdir.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Dialog Pekerja dan Malaikat

Oleh Izulthea Petarung Sejati

Pekerja : Mbak Mau Kas Bon, Bisa?
Keuangan : Terus?

Pekerja diam. Kok dijawab dengan kalimat “terus”?.

Pekerja : Maksud saya, mau pinjem Uang Kas Bon…
Keuangan : Untuk apa? [suara meninggi]

Pekerja : Ya biasalah… [Pekerja keberatan merinci]
Keuangan : Iya. Tapi Langsung potong akhir bulan ya.

Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Antara Miyabi dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh


Oleh Izulthea Petarung Sejati
Dua-duanya perempuan.
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.

Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Namamu Ahmad Izzuddin Al-Qossam

Ayah membayangkan, kau anakku, adalah petarung sejati yang benar-benar dinantikan oleh manusia.
Ayah membayangkan, kamulah nanti yang akan memimpin pasukan berbaju hitam dari timur, yang kedatangannya dinantikan sepanjang masa.
Kalaupun bukan, jadilah pengikut pasukan berbaju hitam itu.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article: