Antara Miyabi dan Putri Munawaroh
Oleh Izulthea Petarung Sejati
Dua-duanya perempuan.
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.
Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.
Seandainya (sebelum didoktrin paham terorisme) Putri Munawaroh memiliki kesiapan intelektual, pastinya dia nggak bakalan seperti itu. Namun, sayang seribu kali sayang, cinta pada suami membuatnya buta, sehingga lupa, bahwa suaminya sebenarnya perlu dikalibrasi otak dan hatinya. Jadi, hasil akhirnya adalah, serupa-setali tiga uang dengan suaminya itu.
Nah, kalo Miyabi itu juga sebenarnya gadis normal. (Ups, bukan gadis ding, semua juga tahu kalo dia udah gak gadis lagi…hahahaa..). Namun pada umur 13 tahun, dia merasakan betapa nikmatnya dunia Oh yes Oh No itu. Makanya, paham erotisme, porno, dan bokep telah mengakar dan mendarah daging dalam hati dan pikiran Miyabi.
Akhirnya, saya menyimpulkan, dua-duanya harus saya tolong. Dua-duanya harus saya perbaiki. dan dua-duanya harus saya kawini. Oh May Got???….
Kok Kawin? Kok Optimis?
Pasti saya optimis. Karena keduanya wanita asia. Keduanya pasti punya pikiran sama, keduanya pasti suka taat sama suami.
Nanti, saya akan suruh Miyabi pake jilbab, meninggalkan sisi erotisme dan vulgar. Juga Putri Munawaroh, saya suruh jangan mengaji sembarang tempat. Jangan ikut paham ini paham itu. Biasa-biasa sajalah. Ngurus anak, melayani suami, dan menjadi ibu yang baik. Juga Miyabi, nanti saya akan ganti namanya jadi Neng Mimi, atau teteh Ori. Saya akan suruh dia buka warnet, atau jaga rental. Sehingga bisa meredam hasrat dan bakatnya yang tak terkendali itu.
Akhirnya, saya berdoa semoga mereka mendapatkan hidayah, amin.
——–
disalin tanpa izin oleh unik77.tk dan rastadiary.wordpress.com

ini mah……no komen ahhh
hmmm…