Archive for April, 2010

Dialog Pekerja dan Malaikat

Oleh Izulthea Petarung Sejati

Pekerja : Mbak Mau Kas Bon, Bisa?
Keuangan : Terus?

Pekerja diam. Kok dijawab dengan kalimat “terus”?.

Pekerja : Maksud saya, mau pinjem Uang Kas Bon…
Keuangan : Untuk apa? [suara meninggi]

Pekerja : Ya biasalah… [Pekerja keberatan merinci]
Keuangan : Iya. Tapi Langsung potong akhir bulan ya.

Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Antara Miyabi dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh

Maria Orizawa dan Putri Munawaroh


Oleh Izulthea Petarung Sejati
Dua-duanya perempuan.
Dua-duanya selalu bikin dada deg-degan.
Bedanya, yang satu suka ngancam nyawa, yang satu lagi suka “ngancam” pria dengan lekukan tubuhnya.

Putri munawaroh itu aslinya wanita normal. Namun karena doktrin teroris yang mengakar di kepala dan merasuk kedalam hati, ia berubah.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Namamu Ahmad Izzuddin Al-Qossam

Ayah membayangkan, kau anakku, adalah petarung sejati yang benar-benar dinantikan oleh manusia.
Ayah membayangkan, kamulah nanti yang akan memimpin pasukan berbaju hitam dari timur, yang kedatangannya dinantikan sepanjang masa.
Kalaupun bukan, jadilah pengikut pasukan berbaju hitam itu.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:

Ironi Pengemis dan Takdir

“… Selamat pagi takdir..apa yang kau siapkan untukku hari ini? kegagalan? keceriaan? kebencian? atau apa nih? Tolong ya, jangan permainkan aku lagi, sebab aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menuntutmu, takdir.Bagaimana kalau aku berdoa, supaya kau-takdir-segera menemui ajalmu saja, dan doa itu dikabulkan?….”

Oleh Izulthea Petarung Sejati
Read the rest of this entry »

Yang Syur, Jangan Porno Duluan

Mass Rapid Transit (MRT), satu sore yang menggigil oleh udara ber-AC. Saya salah tingkah sendiri menyaksikan adegan syur tepat di tempat duduk depan saya: Seorang pria 30-an memeluk erat kekasihnya yang saya taksir sama usia. Keduanya sama-sama berdiri. Bibirnya liar mengurapi leher dan wajah sang pacar. Tangannya melingkar erat di perut si wanita yang merelakan diri diperlakukan apa saja. Sesekali bahkan, si wanita memperbaiki letak tangan si lelaki untuk ditaruh di bagian tubuhnya sendiri. Seolah meminta sang lelaki lebih erat mendekapnya.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article: